perempuan itu galak sekali


perempuan itu.

perempuan dengan sepatu tinggi itu.

mukanya galak, alisnya naik.

bibirnya gelap tipis dan sinis.

kostumnya yang selalu rendah menempel pas di badan tingginya.

matanya agak sayu tapi antagonis.

suaranya kadang serak kadang nyaring menggelegar.

tangannya kecil panjang seperti badannya,

jarinya juga, jarang terlihat tanpa batangan putih yang terbakar.

baru saja perempuan itu berjalan di lorong lewati depan pintu kamar ini,

jalan sempoyongan lemas dan katakan “din, aku demam.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s